Senin, 11 Februari 2013

KECIL...

for my LJ

keenan melukis, aku menulis, kamu dan kugy sama, kupanggil kecil... cerita kita dan mereka berbeda tapi kadang ada kesamaan... semua ini tentang mencari cinta... belajar mengenal satu sama lain...seperti mereka juga, ada tawa, sedih, kadang marah... semakin lama, kita dekat, kita berbagi, saling mengerti... selalu ada percikan tapi semua adalah bagian dari cerita... hari ini kita masih bisa bernegosiasi, entah esok... semoga selalu ada kebahagiaan, walau hanya sebuah jentikan... ayolah kecil, kita hantam ombak di depan !!!...

Selasa, 29 Januari 2013

CAPITALISM SUCK !...

Saya tidak ingin persamaan mutlak tapi kadang terlalu muak melihat jenjang yang besar antara manusia, imaji ilusi media yg kuat ? 

sembilan hari lalu, saya dan kecil keliling mall, windows shopping bahasa kerennya... sebenarnya saya gak pernah suka berjalan lama2 di area yang dikuasai habis kaum kapitalis... terlalu crowded, terlalu gila, saya seperti orang hitam yang berada di negeri putih... saya tahu setiap orang berhak memilih hidupnya... menjadi kapitalis pun demokrasi.... tapi buat saya, kapitalis mulai merongrong setiap sisi kehidupan, ketika kualitas tak lagi dilihat... hidup yang berkualitas !!!...

kuantitas memang menjadi raja, suara terbanyak dianggap tuhan, trending adalah agama baru, semua tentang image, pencitraan... saya mungkin yang belum mengerti kenapa manusia lebih suka sibuk dianggap lebih baik dari orang lain bukannya sibuk memikirkan orang2 yang masih ada di bawah... di mall itu, saya melihat harga sebuah kaos mencapai ratusan ribu padahal uang tersebut bisa digunakan pada hal yang lebih baik... saya tidak menilai orang yang membelinya, mungkin saja mereka juga sudah beramal.... yang saya nilai adalah para produsen kapitalis dengan merek2 terkenal seakan berhak mengatur harga... bodohnya, kita juga kadang tertipu dengan kata2 manis advertising...

ada kegilaan yang saya belum mengerti... mungkinkah masyarakat kita bisa lebih menghargai orang dengan apa adanya bukan dari sejauh mana ia beradaptasi dengan tren ?... media pun begitu gila, habis2an membuat opini publik, membuat semua menjadi terlabelkan... kita adalah label kita bukan diri kita sendiri... manusia harusnya semakin pintar untuk menghargai dirinya apa adanya tanpa harus selalu menjadi pengikut tren atau opini publik... walaupun itu hak mereka untuk memilih hidup seperti itu... saya cuma beranggapan opini publik bukanlah firman tuhan ! saya adalah saya ! tak peduli kalian suka atau tidak...

Selasa, 15 Januari 2013

APATISME...


akhir2 ini saya kembali apatis pada hidup... semakin lama semakin membosankan... saya muak dengan semuanya... muak dengan pola hidup masyarakat sekitar yang penuh dengan pura2, penjilat, korup dan menganggap opini publik adalah firman tuhan... roda itu berputar, tapi tak berganti, hidup saya hanya cerita lama dengan penuturan baru... kadang bertanya pada diri sendiri, untuk apa kita hidup ?... bila hanya kembali ke tiada, buat apa kita berusaha ?... soe hok gie pernah bertanya, bisakah kita berkorban pada sesuatu yang tidak ada ?... rasanya lelah kalau memikirkan berapa lama lagi kita hidup ?, apa lagi yang akan kita lakukan ?, saya merasa sudah melihat semuanya, mungkin pikiran ini juga yang pernah ada pada kurt cobain... "tak ada yang menarik lagi, tak ada mimpi lagi, yang ada hanyalah kepalsuan"...

beberapa hari ini, saya jadi lebih memikirkan agama dan kematian... si kecil pernah merhardik saya karena melakukan sesuatu karena dosa, saya menjawab "kamu kenal tuhan ? bisa kamu kenalkan pada saya ?"... dia marah tapi tahu bagaimana pikiran saya sebenarnya... saya tahu tuhan adalah semua yang baik tapi saya tidak mengenalnya, saya tak tahu yang sebenarnya ia mau... saya tahu agama mengajarkan apa yang tuhan mau, tapi saya ragu pada agama... dan, tuhan kadang mempermainkan pikiran saya untuk bertanya hal2 yang dianggap bukan pertanyaan... soal kematian, saya mau bilang bahwa saya pasrah kapan pun saya mati...  saya tak lagi takut kematian tapi saya takut akan kesakitan yang sangat sebelum saya diberi kematian....saya sedang tak punya rencana optimis tentang masa depan... keadaan hidup semakin lama semakin sulit, tapi saya percaya ini hanyalah putaran roda dimana suatu saat tuhan mengangkat kesulitan ini... 

kalau ditanya dari mana pikiran saya ini, saya juga bingung... saya hanya merasa di umur sekarang tinggalah menunggu putaran siklus hidup, menikah dan punya anak... seperti tak ada lagi yang menarik, saya pemalas soal2 seperti ini... mungkin juga, saat ini tuhan memberikan pemikiran ini untuk saya intropeksi diri dan mulai semangat kembali... atau saya hanya kangen untuk melakukan perjalanan, kadang senang dimana tak ada orang lain yang mengenal kita, merasa asing, belajar hal2 baru, dan berserah diri pada tangan tuhan... saya berdoa semoga pemikiran ini hanya sementara... amin...

Senin, 14 Januari 2013

CHEESY !!??...


Jakarta, 12 Januari 2013

si kecil pernah ragu2 pada saya, ia heran kenapa saya lebih suka dianggap negatif di lingkungan kantor... image playboy, gak tahu diri dan semua yang serba jahat... saya bilang, saya lebih suka dianggap orang jahat... jadi orang baik itu risih, semua orang seakan berharap banyak pada kita tapi ketika sekali berbuat jahat, semua orang menganggap kita sampah... dapat image jahat lebih ringan, kalau kita berbuat salah orang lain sudah anggap wajar, tapi tak habis pikir bila mereka tahu saya berbuat baik, mereka yang pusing sendiri... kata orang2 kantor, saya punya dunia sendiri... saya tak banyak peduli tentang urusan tetek bengek gosip menggosip sekitar kantor... banyak yang tak suka dengan saya, entah, mungkin karena segan atau memang tak peduli... padahal, saya tak pernah peduli dengan pekerjaan mereka sama sekali... saya hanya mau profesionalitas, walau kadang saya juga salah tentang itu...

saya selalu bilang kalau sekarang ini, hidup kadang selalu tentang image bukan kejujuran jati diri... ada salah satu orang di kantor yang ingin sekali dianggap baik, keren dan serba tahu... tapi entah kenapa, dia selalu punya musuh yang sangat jelas... dia seakan menjadi pengkhianat orang2 yang dulu pernah baik padanya... harapan orang yang terlalu tinggi mungkin membuatnya juga berharap banyak pada dirinya sendiri... saya terkadang kasihan melihat dia berdiam diri sendirian di ruang atas yang sepi... beberapa orang bilang dia punya kelainan, memang, saya tak bisa pungkiri bahwa dia unik... kadang, saya mau bilang bahwa seharusnya dia mulai jujur sama diri sendiri dan mencari teman sejati bukan teman yang berdasarkan image semata... kembali lagi, dia memang unik jadi saya membiarkannya...

si kecil juga bertanya, kenapa playboy ?... mungkin saya malas berurusan dengan cinta di sekitar kantor jadi membatasi wanita untuk datang kepada saya... lagipula, itu hanya image... saya tak pernah serius melanjutkan hubungan penggoda dan yang digoda... semua sebatas menggoda, tak pernah ada komunikasi lanjut atau basa basi pendekatan laki2 untuk wanita... tapi lucunya, kadang wanita2 di kantor juga senang digoda, mungkin karena pasangan mereka sangat membosankan, mungkin... 

saya pernah tanya sama novi, kalo saya memakai baju yang klimis, lalu menjadi pria yang cool dan pendiam mungkin banyak wanita yang mau jalan dengan saya... bukannya saya merasa tampan tapi novi pernah bilang kalau proposional tubuh saya cukup menggoda... 178 cm/72 kg... tapi saya malas bermain hati, mungkin itu juga kenapa saya lebih suka dianggap playboy di kantor, jadi tak ada hati yang mau saya permainkan... beberapa teman wanita bilang beberapa laki2 yang punya pasangan di kantor suka cemburu dengan saya... ah, bukan masalah saya bila pasangan mereka memang suka digoda, seharusnya mereka berpikir mereka belum bisa membahagiakan pasangan mereka... 

saya juga mau pasangan yang memang mau mengenal saya sebagai saya bukan lewat image atau kata2 orang... makanya si kecil ragu untuk serius, padahal saya punya niat serius dengan dia... tapi semakin dekat, si kecil mulai memahami siapa saya sebenarnya... saya juga mulai suka sifatnya yang mulai melunak... ah, cerita saya kali ini seperti roman picisan... sebaiknya saya sudahi dulu...

Senin, 07 Januari 2013

siKECIL...

lima hari sudah, berturut-turut... jalan yang kita tuju masih gelap walaupun lampu mobil menyala dengan terang... kita tak bisa terus2an begini, semua butuh kepastian... saya tahu jalan ini pasti menuju sebuah tujuan... mungkin saja itu jalan yang kita tuju tapi jalanan tak mungkin bisa lebih terang lagi kalau kita tak mengambil keputusan... ada dua keputusan... pertama, kita bisa mengambil arah lain, menuju jalan yang lebih terang, tapi saya tak tahu bila itu jalan yang kamu mau... saya tahu, sulit untuk merubah arah yang telah lama kamu rancang tapi saya tak mau berada di jalan yang gelap, tak tentu tujuannya... kedua, kita bisa berhenti dan pasrah pada keadaan... kalau memang kita harus terus bergerak, mungkin ada baiknya bila kita berpisah arah... saya pernah bilang, kadang tuhan memberikan arah yang salah untuk kita belajar dari pengalaman dan memilih yang lebih baik... sial !, bensin semakin menipis... cepatlah !, waktu kita tak lama lagi... kamu pasti tak suka bila aku yang mengambil keputusan... kuserahkan setir ini kepadamu... kamu sudah dewasa dan pasti bisa memilih yang benar walaupun pilihanmu salah bagiku... jadi apa keputusanmu, kecil !???...

Jumat, 04 Januari 2013

CINTA TAPI BEDA...

kemarin, saya dan si kecil nonton sebuah film, judulnya cinta tapi beda... sejak pertama lihat trailernya saya yakin film ini bagus dari sisi cerita... ternyata benar2 bagus, bahkan si kecil sampai menitikkan air mata... baru pertama kali ini saya melihat seseorang menangis karena sebuah film... film ini bercerita tentang sepasang kekasih yang berbeda agama... diawali dari kisah perkenalan yang lucu, satu sama lain masih tak peduli dengan perbedaan, lama kelamaan tercipta konflik... film ini menujukan bahwa perbedaan agama memang terlalu besar untuk dipersilahkan... tak masalah bila hanya beda suku, beda paham atau beda warna kulit... saya ingat ketika ibu diana yang diperankan jajang c noer mengatakan bahwa pasangan beda agama bukanlah tentang cinta tapi ada sesuatu yang tak pernah direstui untuk bersama... "tidak direstui" !... oleh siapa ?...

sekelar film, si kecil mulai banyak cerita tentang dirinya yang pernah mengalami hal serupa, mungkin karena itu juga ia menangis sepanjang film... saya memang bukan orang agamis tapi saya tahu satu hal bahwa agama bukanlah cara untuk membedakan... si kecil bertanya apa arti agama bagi saya... saya bilang saya lebih percaya tuhan, saya tak percaya agama... "lalu kenapa kamu sholat ?", tanyanya lagi... karena saya harus memilih satu agama, agama adalah sarana saya untuk mengenal tuhan saya, sarana saya untuk menjalani hidup baik, dan sarana saya untuk semakin dekat dengan tuhan... memilih agama juga bukan tanpa sebab, agama adalah rumah bagi hati merasa nyaman... mungkin karena dalam islam hati saya lebih nyaman... buat saya agama bukanlah perbedaan yang harus disebut2 sebagai perbedaan, agama mengajarkan kebaikan bukan perbedaan, lagipula kepercayaan itu ada di hati tak usahlah diperdebatkan....

si kecil semakin serius dan bertanya bila saya berada di posisi cahyo, karakter laki2 muslim di dalam film... ini tentang cinta, saya bukan mendukung pelampiasan nafsu belaka dan hancurnya moral... dua orang yang jatuh cinta tidak bisa disamakan dengan binatang yang yang suka bersenggama... cinta adalah hal paling murni, kita berkorban untuk sesuatu... kata orang, kita menghadapi realitas bukan cinta, jadi hadapi realitas dengan cinta, karena cinta kita bisa berkorban habis2an... seorang suami bekerja lebih keras karena cinta keluarganya, seorang ulama beribadah habis2an karena cinta agamanya, dan seseorang bisa berkorban apapun karena cinta pada mimpinya... sekali lagi, jangan samakan cinta dengan nafsu... kalau ada seorang wanita yang mengatakan, "kita tak butuh cinta tapi realita !", saya akan menghardiknya keras, kalau dimaksudnya realita adalah materi, tak perlu lah kau berpendidikan tinggi, dandan yang cantik, bikin tubuhmu jadi bahenol, lalu dekati bajingan2 hidung belang berdompet tebal... maaf, saya mungkin menyamakan dia dengan pelacur, tapi memang begitu adanya...

film cinta tapi beda membawa kita memahami perbedaan yang dilalui sepasang kasih... tak mudah karena banyak sekali benturan... tak ada yang mengalah, semua merasa benar... pada intinya cinta yang menang.. bila hidup memang satu kali, hiduplah karena cinta dan matilah karena memperjuangkan hal yang kamu cintai... bila saya menjadi cahyo, saya akan tetap menjalani cinta itu... saya percaya tuhan pasti punya cerita besar di balik semuanya... tak masalah, saya akan tetap menjalani hidup dengan pasangan beda agama, walaupun tanpa legalitas... sekali lagi, ini cinta bukan nafsu !... bisa panjang saya membahas cinta !... si kecil terpana, atau mungkin bingung, dia terdiam seribu bahasa, mungkin mengerti atau bingung, saya tak peduli... keluar dari pelataran bioskop, malam mulai larut, saatnya pulang kecil... 

Rabu, 02 Januari 2013

WE WIN A NEW YEAR SADLY...


Jakarta 2 Januari 2013 03:40 WIB

setengah tiga, tepat ! alarm berbunyi dengan nyaring membuat saya terbangun pagi ini... ada janji dengan sepakbola, sebuah pertandingan yang dilakoni manchester city, best team in the universe :)... rasa lapar juga mulai menggerogoti perut, inilah akibat makan malam yang sejumput, tak membuat selera... pertandingan belum dimulai, masih ada waktu untuk menyeduh mi instan... langkah goyah menuruni tangga satu persatu, derita punya kamar tidur di atas... 

sampai di dapur, sebuah panci saya pakai untuk menampung air, sekitar 500ml, begitu kira2 yang disebut pada bungkus mi instan... beruntung, malam ini mi instan rasa kari kesukaan saya masih tersedia... tak lama, air mendidih, gelembung2nya berebut ingin menguap... "prak !" sebuah telur saya pecahkan, merubah warna air menjadi putih bercampur kuning... lalu, saya masukan mi kering yang tak lama lagi akan layu, pasrah terkena panasnya air... lima menit berlalu, mi instan sudah berkumpul, berebut tempat di mangkuk kecil berwarna putih... aahhh, harum wangi bumbu kari membuat hidung memarahi mulut untuk segera melahapnya agar perut tak mengeluh lagi...

kick off dimulai, saya duduk manis di depan televisi ditemani mi instan kari dan segelas air minum... sebuah pemikiran timbul entah darimana... saya menikmati saat ini, saat saya menyaksikan sepakbola, sendiri... kamu tahu !? saya pernah berkicau, sejak umur delapan tahun, saya melakukan konspirasi untuk tak mengenal rumah, untuk tak bergantung dan menggantung pada orang lain... saya menjadi orang bebas, semua saya lakukan sendiri, saya tak takut kehilangan apapun, saya percaya pada tuhan dan saya pasrah bila kematian datang... sisi buruknya, saya adalah orang yang cuma peduli sedikit pada sesuatu, saya tak suka komitmen, dan saya sering merasa sepi... sebuah pelajaran psikologi dasar tentang diri saya... benar kata seorang bijak, jangan meremehkan semua pengalaman masa kecil, itu bagian pertama memahami persepsi hidup...

babak pertama selesai, demikian juga mi instan saya... skor satu kosong untuk perut saya :)... perut kenyang membuat saya mengantuk tapi pertandingan belum usai... selain itu, menulis menjadi alasan saya menunda tidur pagi ini... ini tulisan pertama saya di tahun yang baru tapi hampir sama dengan tahun lalu, masih berputar mencari ide... resolusi tahun ini tak banyak, hanya berharap saya menemukan rumah... kata mas deddy, rumah itu bukan tempat kamu tinggal tapi pelabuhan bagi hati dimana kita menerima dan diterima dengan penuh rasa nyaman...

GOOOAAALLL !!!, gol kedua makin menancapkan kemenangan mancity... harap2 cemas untuk gol ketiganya, maklum nonton city musim ini makin bikin deg2an... jarang mereka bisa menang besar seperti musim lalu... ah sial, tulisan kali ini benar2 hanya berputar... malam ini, saya tak punya inspirasi... beberapa puzzle sudah mulai usang, hidup semakin nyaman kadang membuat semuanya semakin tumpul... mungkin saatnya saya kembali bergerak, menuju arah manapun, mencari rumah lagi... ada orang yang protes keras tentang gaya hidup nomaden saya ini, tapi memang tak ada alasan karena setiap manusia punya persepsi sendiri tentang hidupnya... 

skor akhir tiga kosong untuk manchester city, ternyata lawan kali ini tak selevel, tak seimbang... city habis2an menyerang tanpa perlawanan berarti... okelah, kemenangan sudah didapat dan kemungkinan besar besok aman dari para peleceh... mata saya pun mulai kuyu, azan subuh berkumandang... tapi, kenapa deg2an saya belum berakhir, berdetak kencang melebihi detik2 jam... ada yang belum selesai... saya berharap hati ini berbohong untuk satu kali... ada ratusan kata yang siap terlontar, alasan2 yang klise, tentang seseorang, tentang wanita... saya cuma bisa bilang, saya lupa !, saya adalah saya, kamu adalah kamu, kita saling meminta untuk menjadi sosok ideal bagi "kita"... ternyata, "kita" memang tak akan bisa mengalir... dee pernah menulis kalau cinta itu pengorbanan yang dilakukan tanpa diminta, saling mengerti, masing2 berubah dengan sendirinya untuk menyatu...

iqomah dan kokok ayam mulai sahut menyahut, matahari mengintip semakin tinggi dan saya tak punya alasan lagi buat "kita"... memang benar, ini bukan pertandingan sepakbola, tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah, kita hanya mengenakan seragam yang berbeda... sayangnya perbedaan itulah yang membuat kita berlawanan... bersamaan dengan warna semburat kuning pagi, saya akhiri saja sampai di sini dan saya akan selalu berdoa semoga kamu bahagia di sana... selamat pagi matahari, semoga di tahun yang baru ini semua menjadi lebih baik... amin... 

np : malam pergantian tahun kali ini saya lewati dengan mencaci maki para pelontar petasan, satu jam bunyi petasan tak henti mengganggu tidur... belum lagi tangis anak kecil menambah derita malam itu... ah sudahlah, selamat tahun baru 2013 kawan2...

Rabu, 26 Desember 2012

HUJAN SEMANGAT !!!...

sejam sudah, air turun dari langit memberi keramaian di bumi... sejam sudah, saya melihat mobil2 lalu lalang yang terkadang memberi cipratan air, vaffanculo !... sejam sudah, ruang halte sebesar 3x2m ini melindungi saya dari basah... musim hujan tahun ini cukup membuat saya gila beberapa kali... masih untung bila hujan cepat sadar untuk tidak merepotkan manusia dan segera berhenti... sayangnya, hujan bisa bertahan tiga jam lebih... saya pun terjebak dan semua serba membosankan... sering pula, mau tak mau sampai tujuan badan terlanjur kuyup... tapi kali ini, dalam hening hujan pikiran saya melayang... menuju ruang2 kosong yang belum sempat saya singgahi... banyak angan dan banyak mimpi... di awal hujan, air selalu turun dengan deras begitupun dengan sebuah mimpi, ia begitu deras saat kita merumuskannya... lambat laun, seperti hujan, mimpi itu mulai tersapu awan, dan lemah di akhir berupa rintik2... saya seakan selalu lupa untuk menjaga mimpi itu agar tetap deras tapi ada alasan yang tak bisa saya hindari... realitas ! bajingan tengik ini mau tidak mau memaksa saya jatuh bangun melawannya... realitas merubah saya menjadi orang yang berbeda... realitas membuat saya menyebrang ke tempat yang tidak saya suka... realitas juga yang membuat saya terlupa akan mimpi... saya tahu, realitas pasti menang kali ini... lucunya realitas bagai orang jahat di dongeng anak2, mereka menang di awal episode tapi babak belur di akhir... yang menang pada akhirnya adalah mimpi yang terealisasi... entah, mungkin seperti hujan juga, mimpi akan selalu hadir untuk membasahi realita dengan semangat hidup yang lebih besar... mimpi itu akan berhenti sejenak dihantam panasnya realita dan suatu saat akan kembali lagi membasahi tubuh yang kadang pasrah pada realita... di sini, di sebuah halte, menunggu hujan berhenti, saya melamun, tentang mimpi, tentang cita2 yang akan tergapai, semangat pun memuncak... semoga hujan ini akan datang lagi saat saya mulai lemah... rintik hujan pun mulai mengecil, beberapa pengemudi mulai bersiap- siap mengendarai kendaraannya... demikian dengan saya, kembali ke realita, tapi dengan semangat yang deras....

Selasa, 18 Desember 2012

PILIHAN di HARI LAHIR...


Jakarta, 18 Oktober 2012

cahaya pagi menyambutku, menelusuri sela2 jendela dan langsung menusuk mataku... jauh dari kata indah, pemandangan yang kudapat dari jendela hanyalah tembok rumah tetangga... masih malas, bantal pun menjadi tameng dari serbuan cahaya... selimut busuk sudah tergeletak lemas di samping tempat tidur, tak tahan dengan tendangan2ku tadi malam... jam weker masih termenung, mungkin tertidur menunggu detak jam untuk ia berbunyi... tanganku meraba mencari ipod yang kubiarkan tergeletak di lantai... dapat ! deretan lagunya sudah kuhapal... "cahaya bulan" pilihan pertamaku pagi ini... sial !, ternyata mendengarkannya di pagi hari membuatku semakin mengantuk... mataku masih ingin menutup, baru dua jam kuhabiskan untuk tidur setelah malam mengajakku termenung tak ingat waktu... entahlah, ini hari lahirku yang sudah kesekian kali... rutinitas termenung setiap tahun mencoba membuatku banyak berpikir... menjadi orang baik itu membosankan, orang jahat bukanlah pilihan dan hidup penuh rutinitas yang berulang... pemikiran2 kembali lahir juga menciptakan pertanyaan2 baru, terus bergerak atau saatnya menetap ?... hingga tertidur, jawaban itu tak ada... yang kutahu, setiap pilihan punya konsekuensinya sendiri apapun risikonya... joan baez pernah mengatakan bahwa kita manusia bebas, kita diberikan hak untuk memilih apapun yang kita mau dan berhentilah mengeluh !... penjelasannya, kita bisa memilih menjadi apapun dan bila tiba2 dari pilihan itu terjadi hal buruk, jangan mengeluh karena hal buruk itu membuat kita belajar dan dari pelajaran itu kita bisa memilih jalan yang lebih baik.... bbrrttt, tiba2 handphoneku bergetar, sebuah pesan masuk... "woi kemana aja lo ! kita udah nunggu dari tadi ! buruaaaannn!!!!"... ups, saatnya bergerak atau kembail tertidur !?!?!?... pilihan pertamaku pagi ini...

nb : selamat hari lahir blogku sayang... tulisan ini gak bisa di upload saat hari H karena internet kantor yang byar pet...

Selasa, 11 Desember 2012

GOOD NIGHT...

Jakarta, 11 Desember 2012, 01:30 wib

jam menunjukan pukul setengah satu, malam mulai habis tapi belum saatnya dipanggil pagi... sepasang earphone masih menempel di kedua telingaku... bukan musik yang kudengar tapi celotehan seorang gadis berkumis... entah kenapa aku masih betah mengurai kata dengannya... rasa kantuk seperti menepi menuju kesepian... kita bicara tanpa arti, kita bicara tak kendali... berputar2 bagai gasing yang tak berhenti... kadang suka kadang duka, kita berbagi rasa... sampai kapan ini berakhir ?, walau tanpa satu kata kita terus bicara... dan tentang hati ?, kita tak tahu, setan tak tahu, bahkan malaikat tak mungkin tahu... percaya !, tuhan pasti punya cerita baru... ah sudahlah, masih banyak angan yang tergantung, maka kita sudahi saja hari ini... selamat malam sayangku...

Rabu, 05 Desember 2012

OFFICE BOY...


ada rutinitas baru di pagi saya kali ini, mencuci gelas !... sudah seminggu kantor ini belum menemukan office boy (OB) yang baru... untung saja, masa deadline sudah lewat... cant imagine, kalau setiap pagi harus dimulai dengan kerjaan remeh temeh, remeh temeh !?... ternyata remeh temeh kaya gini lumayan menyita kenyamanan penduduk kantor... setiap pagi mereka riuh dengan bekas rokok yang berceran, bekas piring dan gelas tergeletak dekil di atas meja masing2... ada yang terus marah2, ada yang diam tak menanggapi, ada yang bercerita panjang lebar tentang aturan, ada juga yang merasa tak ada jalan keluar... OB mungkin adalah strata terendah dalam struktur perusahaan, pekerjaan yang lebih banyak menggunakan otot, tapi hebatnya, strata tertinggi bisa goyah tanpa mereka... 

tanpa office boy, saya seperti kembali ke jaman ngekos di bandung... semua serba sendiri, beres rumah, cuci piring, cuci baju, setiap pagi, setiap hari... lelah kadang membuat malas, tapi tambah malas bila suasana tak nyaman... katanya, suasana nyaman itulah yang membuat kita semangat bekerja... saat di kosan, tak ada masalah saya kerjakan semuanya sendiri, tapi koq risih ya kalau dikerjakan di kantor ?... tanpa OB, ternyata kantor bisa jadi mirip tempat kos yang tak terurus, dekil, kumuh, dan kotor... tanpa OB, mau tak mau atasan saya mengepel ruangannya dan mencuci gelasnya sendiri... well, dipikir2, ternyata pekerjaan OB tak lagi remeh temeh... OB menciptakan kenyamanan yang tak seharusnya saya kerjakan atas nama profesionalitas...

perusahaan butuh seorang OB, tak bisa disangkal... mereka bukan ujung tombak, mereka hanya tali panah... tapi bukankah tombak tak melesat tanpa tali panah ?... kita boleh menaruh mereka di strata terendah tapi hargai mereka sebagai strata tertinggi... 

Selasa, 04 Desember 2012

PARTIKEL...


gila !, hampir sebulan lebih akhirnya buku partikel karangan dee habis saya baca... dua sampai lima halaman setiap pagi, teman setia saya di kamar mandi... buku ini membawa saya ke tempat yang berbeda, di tanah sunda tapi tak terasa indonesianya... banyak bahasa2 baru, bahasa metafisika, bahasa fisika, bahasa biologi, kata endogen, sampai bahasa2 suku pedalaman amerika... belum pernah saya membaca buku yang membawa saya sangat jauh dari pemikiran logika... semua seperti nyata... dulu, buku terakhir tetralogi laskar pelangi (maryamah karpov) membawa saya berpetualang melintas samudra, petualangan macam bajak laut...  tapi ini beda jauh, buku parrtikel membawa saya melintasi dimensi, melintasi garis imajiner, melintasi bayangan saya tentang fiksi... mana ada ufo di indonesia, kasusnya sangat minim... di buku ini semua dijabarkan... 

zarah, tokoh utama buku ini menjadi idola fiksi saya... wanita keras kepala yang jago motret, suka berpetualang, mengajarkan saya bahwa hidup bukan tentang selalu mengeluh... menerima keadaan tapi tak lupa berjuang semakin keras setiap harinya... ia tahu tuhan hanya menunggu dirinya siap untuk menerima kejutan hidup berikutnya... hidup bagai permainan puzzle yang lama kelamaan menyatu... setiap cerita akan menciptakan cerita berikutnya sampai suatu ketika, cerita itu menyatu jadi sebuah hidup... saya juga diajarkan bagaimana menghormati alam, menghormati mahkluk hidup lainnya... mereka adalah puzzle terbesar dalam hidup manusia... kita saling berhubungan, harus saling berinteraksi, tahu kau, 97 persen gen manusia sama dengan orangutan... kita hanya dipisahkan oleh teknologi, bah ! bahkan tanpa teknologi, mereka sanggup menantang jaman... saya tak bisa bicara lebih banyak lagi, hanya membaca buku ini, kamu akan tahu rasanya berpetualang di dimensi lain... enjoy...

Senin, 03 Desember 2012

CATATAN NEGARA...

beberapa hari ini saya mulai membaca buku catatan seorang demonstran karya soe hok gie... dari pengantar saja, saya mulai mengerti siapa gie itu... isinya tentang buku harian yang ia tulis selama 12 tahun, tentang dirinya, hidup, cinta dan politik... banyak sejarah2 baru (yang saya tangkap) di buku ini... pejabat2 korup masa lalu yang juga melahirkan pejabat2 busuk hari ini... semua tampak sama, 1960an dan 2012... rakyat masih miskin, kaum borjuis merajalela dan penguasa bebas menikmati uang rakyat... saya jadi gak ngerti, bahkan perjuangan mahasiswa dulu untuk memberantas korupsi tetap tak tercipta, bagaimana dengan sekarang ?... bahkan di dunia demokrasi (atau bebas berpendapat) sekarang ini, dimana setiap orang bebas mengeluarkan pendapatnya tentang pemerintah, semua malah semakin rancu... penguasa semakin kebal dengan segala keluhan dan kritik yang membabi buta... indonesia tak berubah, bahkan setelah 67 kali kita merayakan kemerdekaan...

apatis menjadi juara bagi rakyat pinggiran, "tak mungkin lah kita berubah", kata mereka... saya bukanlah seorang nasionalis, tapi melihat tanah kelahiran yang begitu gelap, tak ada masa depan, semua pekat... kita lihat negara tetangga semacam singapura, malaysia, dan thailand... penguasa mereka (mungkin) masih korup tapi terlihat kemajuan dalam negaranya... saya mungkin gila, menulis tanpa ada yang membaca, tapi ini adalah renungan bagi saya sendiri... mau kemana masa depan negeri ini ? dan bagaimana nasib anak cucu kita bila negara ini masih sama 60 tahun berikutnya...

bodohnya, media juga semakin bodoh... semua berita menjadi hiburan2 semata... kritik hanyalah angin lalu, yang kadang, dibuat sebagai sindiran di acara komedi... berita2 tak lagi penting, siapa juga yang peduli dengan maling ayam yang tertangkap lalu ditembak atau berita seorang selebritis tolol yang sering gonta ganti gaya rambut... parahnya, kita dibuai dengan alam konsumerisme, semua tentang borjuisme... brand2 terkenal adalah penguasa pasar... mau mati rasanya, tertawa terbahak2, seorang presenter habis2an membanggakan budaya kita di layar televisi tapi di belakang itu, musik amerika di puja2...

semua juga tentang pencitraan, media sosial biangnya... semua ingin dianggap keren dan populer macam politikus2 yang mati2an tebar janji di televisi, mereka ingin dianggap baik dan populer... sampai berbusa2 mereka berkata, saya tak pernah mengerti.... di televisi mereka meregang urat, tapi urat2 itu tak pernah ada terbukti... macam raja2, mereka hanya duduk bergelimang harta lalu beralasan, "kami bukan kuli, beginilah kami bekerja"....

mampus !, generasi muda pun lebih senang duduk2 menghabiskan malam dengan segelas kopi atau sebotol bir di toko serba ada, tak ada lagi penuhnya surau, toko buku, atau rumah mereka sendiri, tak ada lagi waktu berkumpul keluarga, setiap 100 meter gedung baru dibangun hanya untuk mereka... mengobrol sampai pagi buta, melupakan pelajaran sekolah, bebas sebebasnya tanpa tujuan... tahukah mereka tentang sejarah negeri ini ?... 

Kennedy pernah bilang, jangan tanyakan apa yang negara berikan tapi tanyakan apa yang kau berikan pada negara ini... kennedy tak tahu indonesia seperti apa, rakyat adalah budak... diperas negara sampai tak punya apa2... cukup sudah rakyat memberi, waktunya negara mempertanyakan apa yang harus mereka beri pada rakyat...

siapa saya ? seorang anti nasionalis berani2nya mencemooh generasi muda dan negeri ini !.... entahlah, saya hanya tertarik pada sejarah negeri ini yang semakin suram... bila 67 tahun lalu tak berbeda jauh dengan masa kini, apalagi 67 tahun berikutnya ?... katanya, bangsa yang besar belajar dari sejarah, tapi sayangnya, negeri ini tak pernah belajar... kita hanya generasi penerus penyakit korup, anak cucu kita mungkin akan menjadi pemberontak generasi kita yang juga tak menghasilkan apa2, dan bukan tak mungkin menjadi generasi korup berikutnya... roda hidup berputar, seperti roda, generasi itu hanya berputar, berotasi, berulang tapi tak menghilang... cukup sudah air mataku untuk negara ini...

Rabu, 28 November 2012

IBUku...


dia bukan wanita biasa, dia yang melahirkanku,
dia juga yang menjawab semua pertanyaanku
waktu kecil, aku selalu ingin tahu, selalu bertanya ini itu
waktu kecil juga, aku adalah biang kerok terbesar yang pernah dilahirkan
tak pantang untuk melawan teman sebaya, kujatuhkan sampai berdarah
tapi, dia ada untuk membelaku, menjadi garda terdepan yang melindungiku

ibu, maaf, semakin dewasa kadang aku terlupa denganmu
mencari rumah ke pelosok-pelosok sampai kita tak bertemu
kau tak banyak bertanya seperti diriku saat kecil
kau hanya diam, tersenyum dan selalu mengingatkanku agar kembali

ibu, maaf, kadang aku menyalahkanmu karena melahirkanku
aku tahu bukan kehendakmu mengatur nasibku
dari senyummu aku tahu doamu pada Tuhan tak sia-sia
Ia menjagaku siang dan malam tanpa telat waktu
hingga aku mengerti, hidup tak perlu kusesali

ibu, maaf, sekarang masih banyak mimpiku,
masih banyak juga langkahku
kugapai semua mimpi untuk membanggakanmu
agar kau bisa berteriak di depan orang banyak
akulah anakmu yang terhebat

ibu, maaf, bertahun tahun sudah kulalui hidup
kuharap masih ada waktu bagiku berbagi denganmu
berbagi tawa di suatu tempat yang indah
melepas kesepian saat ku di sana sendiri

ibuku, wanita terhebat yang selalu terlupa, maafkan aku...

Selasa, 27 November 2012

KOMITMEN...


apa itu cinta, gerakan mengenal hati, katanya... cinta itu perlu komitmen, apapun objeknya... sebelumnya, bedakan dulu suka dan cinta, its different level... suka tak butuh komitmen !... komitmen bagi saya adalah aturan tertegak dan terbodoh yang dicicipi semua manusia... komitmen pada orangtua, pacar, istri, agama, negara bahkan paham politik... komitmen lahir gara2 cinta, gara2 cinta juga dunia bisa hancur... terlalu banyak perbedaan antar manusia yang bisa kita cintai, dan kenapa itupun harus tercipta komitmen ?... kenapa manusia yang mencintai sesuatu juga harus terlena dengan komitmen ?.. kalau kita cinta pada Tuhan, lalu berkomitmen dengannya, kenapa kita merasa lebih baik dibanding orang lain yang tak berkomitmen ?...

komitmen mengajarkan seseorang untuk menjadi ujung tombak cinta terdepan berhadapan dengan berbagai halangan... padahal kata pujangga terkenal, cinta tak harus memiliki... saya bingung konsep komitmen, bukankah semua orang ingin terbang, bebas bagai burung... seorang teman berkata, good being freedom but theres rules to make life dynamic... buat saya aturan adalah persepsi hidup teratur tergantung pemahaman pembuatnya, dan masing2 manusia selalu punya naluri untuk menciptakan aturannya sendiri... lalu apa itu komitmen, saya masih dibuat bingung olehnya...

komitmen itu juga rutinitas, penuh kebosanan... saya berharap di neraka atau surga tak ada lagi komitmen.... sialnya, kebebasan yang terasa manis terasa hambar bila kita makan setiap hari... kebebasan juga membosankan... kesimpulannya, berikan saya cinta, cukup cinta ! saya akan membalasnya dengan persepsi saya... jangan harapkan komitmen, karena saya tak mau terikat tali tambang sebesar betis hercules... biarkan cinta berjalan, dan saya berjalan di belakangnya, lalu biarkan komitmen menyusul kemudian, karena saya mau mengikuti cinta bukan komitmen, cinta akan tersenyum dan tak menangis saat saya pergi nanti... karena ia tahu, saya telah bebas...

Kamis, 11 Oktober 2012

ORDINARY MORNING...


gila ya, jam sudah nunjuk aja di jam delapan... masih malas untuk bangun, cari remote tv, setel acara musik yang ada lawakan garingnya... perfect morning... mata kembali menutup, jam alarm mulai snoozing, sepuluh menit kemudian, gak kerasa nutup mata sebentar sudah sepuluh menit... mau gak mau, bangun serentak, seluruh badan mulai gerak... brengsek !, mulai kepikiran, banyak kerjaan hari ini... matikan televisi, ngambil handuk dan menuju kamar mandi... sial !, ternyata ada orang di dalam toilet...

perfect momment setiap pagi adalah pup sambil baca novel macam antologi rasa nya ika natassa... kerasa pup diliatin cewe secantik keara, walaupun gak tau juga wajah keara kaya apa :)...ritual pagi ini selalu berjalan mulus selama sepuluh menit, sebelum ketokan keras menghantam pintu, "buruaaaaaannnnn !!!"... oke, itu pasien berikutnya toilet ini... mandinya juga jadi fast and furious, well, im a boy, so its okay... brush my body, brush my hair, brush my teeth and blush my face :)... its done in one minute, damn its world record...

kelar mandi, pilih2 kaos yang cocok sama mood hari ini, sebenarnya semua bajunya hampir sama, berwarna biru langit dan bertema manchester city... the best team in the world and universe :)... sebuah sepatu converse lusuh sudah siap menanti untuk di injek2 :),... but im sorry chuck taylor, i wont take you today... new balance hitam orange bersanding kaos kaki putihnya membuat saya terlihat gagah hari ini... tas selempang abu2 national geographic sudah terlihat penuh, blackberry pun mengungsi di kantong celana... okay, start the engine, start the music, say my pray, and go to fuckin office... pukul 8:30 terbaca di jam tangan, i not gonna be late today boss... see you....

Kamis, 04 Oktober 2012

CRITERIA OF IMAGE...


"they made statue of us"... mungkin gitu kata abraham lincoln saat dia ngecengin patung liberty yang cuma tokoh fiksi... at least he was real person, hehehehe...sebenarnya real person atau tidak, we always made an image about someone... abraham lincoln dibuat patungnya karena imagenya sebagai pahlawan... kita membuat image seseorang yang akan menjadi pahlawan... okelah, prolognya ini tulisan tentang cinta bukan penilaian opini publik tentang image seseorang... nah, hebatnya we make image tentang seseorang yang belum ada... kita berharap image itu akan menempel pada seseorang yang akan datang sebagai soulmate... image kesempurnaan... ganteng, cantik, baik, mapan, inner beauty and all those good part... 

tapi sayangnya, gak ada yang sesuai dengan image yang kita buat... fisik bagus tapi player, baik tapi tidak mapan, mapan tapi fisik tidak menjangkau, hehehhe... nobodys perfect... the question is kenapa kita harus punya image tentang seseorang yang akan kita cintai... cinta itu katanya buta, berarti we not see a person from an image, we just love...alasannya, saya mau melihat semua orang sempurna walaupun dengan kekurangannya... tapi ini tentang menghabiskan sisa umur bersamanya... if not perfect, at least we are perfect... separuh aku kata ariel, :)... karena tak mudah menjalani hari2 berikutnya, setiap hari, seumur hidup bergantung dan menggantung dengan orang lain... 

saya sama seperti yang lain, mempunyai image tentang seorang wanita yang akan menjadi ibu dari anak2 saya nanti... tapi satu hal, i dont want to know her from an image from other peoples, saya mau tahu siapa dia sebenarnya... well, apapun kata orang, kamu adalah kamu... kadang, we predict and lose it because some bad detail... bisa gak dirubah ? bisa aja, balik lagi, its all about love... we just make love and everything will be fine... kata pepatah, bahkan kotoran ayam serasa coklat :)... so, why bother tentang image, if you love someone just loving back... 

so, walaupun saya gak suka tentang image thing ini, sebenarnya kita memang butuh, karena image yang kita buat bisa jadi doa agar dipertemukan dengan pasangan yang sesuai... but again, dont too much give a perfectness, susah dapatnya kalau cuma cari yang benar2 sesuai dengan image yang kita mau... hey, how about me ? im single... balik lagi, karena saya tak butuh image tapi butuh cinta, seseorang yang saya terima apa adanya dan menerima saya apa adanya... daaaaannnn, its hard to find love this day... how about you ?...

Kamis, 13 September 2012

JAKARTA FAIR : OLYMPUS PEN EPL-3 TESTING...

jakarta, 13 september 2012








































































beberapa waktu lalu, kantor tempat saya bekerja memberikan sebuah kamera, kamera hybrid keluaran olympus, olympus pen epl-3... ini memang bukan seri terbarunya, tapi juga bukan seri paling lama... untuk spesifikasi coba googling aja ya :)... daripada cuma diam di tas, ada niat cari photo essay dengan kamera ini... agak lama juga mencari konsep yang bagus untuk jadi tema essaynya... gak lama, waktu itu bulan juni, pekan raya jakarta, prj, baru dimulai... enaknya sebagai wartawan, saya masuk prj tanpa harus membeli tiket, gratis ! walaupun harus membayar parkir yang tarifnya agak lumayan... mulailah saya hunting keliling prj sampai kaki lumayan pegal2... total tiga kali saya bolak balik ke kemayoran... akhirnya walah, agak terguncang dengan hasilnya yang lumayan top, tapi koq masih ada yang kurang... oke, ini review saya...

maaf, hanya sebagian foto yang ditampilkan di blog, semua foto tidak diedit, hanya di resize... WB auto. iso kamera ini mampu mentok di angka 12800, tapi noisenya rada bikin ngenes, apalagi kalau dipakai saat malam, sangat tidak rekomendasi buat foto low light.... auto fokus cukup cepat dan gak berisik kaya lensa tamron lama saya :)... data teknis saya tampilkan di setiap foto.... overall, perkiraan saya ternyata agak sedikit benar,,, kamera hybrid belum bisa dibandingkan dengan kamera dslr. walaupun harganya hampir sama dengan dslr entry level... kualitas dan fitur yang didapat pastinya juga berbeda... kualitas EPL-3 masih belum bisa mengalahkan hasil dslr walaupun agak mendekati... mungkin bisa dibilang, hampir sama dengan kamera pocket termahal yang ada sekarang... resolusi tinggi membuat kamera ini membuat saya kagum dan itulah yang membuat epl-3 punya nama di kelasnya... layar lcd yang mengikuti eksposure yang kita set membuat setiap pemotretan semakin mudah,.. bahkan set low speed dengan handheld masih terasa mudah... overall, tetap saya gak recommend kamera ini buat yang mau jadi pro, tapi recommend buat yang masih belajar dan punya minat fotografi yang tinggi...

why, karena semakin mudah kamera semakin kita terlena dengan tehnologi dan menjadi malas untuk mempelajari fotografi ke tingkat advance... dan, satu lagi, harganya yang tinggi dibanding dslr, tentu yang membelinya haruslah punya minat yang tinggi pada kamera ini... okay, thats all...

Jumat, 07 September 2012

HOW I MET YOU...


tiba2, pintu itu terbuka, tak segera tapi pelan2 takut membuat gaduh seluruh ruangan... seorang wanita masuk, menggunakan pakaian serba hitam dan membawa sebuah tas kecil... rambutnya panjang tergerai, begitu pas dengan wajahnya yang ayu... tiba2 juga, saya terdiam... seperti petikan gitar yang berubah tiap detik, saya ternganga... padahal sejak dari tadi saya sibuk memperhatikan layar lcd kamera dslr... tugas sebagai fotografer, memotret lalu memilah, mudah tapi menyita waktu... tapi waktu seakan berhenti untuk mengagumi sebuah karya indah sang pencipta... semua keluh kesah berubah menjadi kebahagiaan sesaat... ah tak penting tugas ini, lebih penting memikirkan takdir tuhan yang mempertemukan dirinya dengan saya saat itu...

dengan sigap, saya menjadi aktif memotret, jepret sini jepret sana... bukan mencari angle yang bagus untuk headline tapi sebuah jawaban, siapakah bidadari tersebut... sialnya, sosok itu hilang dikerumunan orang2 yang sibuk tertunduk menulis di note jawaban... jawaban untuk para redaktur dan diolah menjadi berita... okelah, sementara itu saya duduk rapi di pojokan, bercanda ria dengan rekan fotografer lainnya... semoga hari ini tak berakhir dengan singkat... 

seorang mederator bangkit, lalu mengatakan bahwa para wartawan akan diajak tur mengelilingi gedung besar ini... semua dibagi berdasarkan warna yang diberikan di dalam goody bag... warna saya biru, warna favorit saya, semoga pertanda baik... mata saya pun kembali berputar mencari sosok indah tadi... brengsek !, kerumunan semakin ruwet... tak pantang menyerah, saya bangun dan berjalan... macam bidikan sniper, mata saya tajam... macam sebuah pintu dalam framing sebuah gambar, saya melihat dia... sangat cantik di tengah kerumunan... entah kenapa, perut ini mulas, jantung berdegup kencang dan langkah saya mulai berat... now or never, sahut nurani saya... tiba2 lagi, ternyata saya sudah berada di depannya, gugup... dan sebuah kalimat meluncur melalui mulut, "dapet warna apa mbak !?"...

ps : tulisan ini buat "kamu", ah tak ada habisnya bila saya bicara tentang "the best of you"... terima kasih atas inspirasinya... dan buat para pembaca sekalian, saya lagi senang bikin tulisan novel, coba belajar menulis yang baik... mudah koq, cukup banyak membaca novel setiap hari, bisa dari buku, majalah atau surat kabar... well, semoga hari2 berikutnya saya mendapatkan tema lain... 

Kamis, 06 September 2012

PAGE 249 of 366...


jakarta, 5 september 2012

kali ini, tulisan ini tentang saya... dua ratus empat puluh sembilan hari sudah umur tahun ini... berhasil mereleasikan beberapa resolusi... berhasil menjalankan beberapa tips hidup sehat... berhasil membahagiakan diri sendiri dan orang lain... berhasil mencoba membahagiakan orangtua... berhasil melanglangbuana ke negara yang lebih jauh... sayangnya hidup akan selalu menciptakan resolusi2 baru berikutnya... urutan masalah yang datang dan terpecahkan,,, semakin tercipta semakin gila resolusi yang dibuat... proses hidup yang menukik dan menanjak, gila !, seperti menonton film trilogi die hard... tak pernah selesai bahkan dibuat sekuel keempat, hehehe... well, thats the beauty of life, right ?

lima tahun lalu saya membuat resolusi keliling eropa, seorang pengangguran kelas kakap... sekelar kuliah tanpa kerja yang jelas, resolusi itu membuat mimpi buruk bertemu hantu serasa meremas selembar tisu... seorang teman berkata "tutuplah matamu dan biarkan waktu yang menjawab"... saya pun memulai menutup mata tapi setiap bagian tubuh lain bekerja dengan giat, hey, bukankah hidup tentang persepsi !?... jadi tutuplah matamu, tak perlu kau lihat semua keagungan selain mimpi dalam pikiranmu...

lima tahun kemudian, resolusi itu tetap belum terealisasi... puzzle menuju kesana memang belum terlihat, tapi banyak serpihan puzzle yang telah saya temukan... puzzle2 yang menciptakan bagian puzzle lain yang akan melengkapi seluruh puzzle... saya percaya setiap puzzle tersebut membawa ke sebuah mimpi besar... the grand voyage, tuhan pasti mempersiapkan diri kita sebelum menerima sesuatu yang besar... kembali menutup mata dan nikmati setiap proses dan bersyukur bila semua mimpi tercipta... SM menulis "keep fight but dont die for anything less than the best of life"...