Jakarta 19 mei 2011

hey,.... miss you... yeah, you know what i mean... im miss you so much mbak....
mau jadi apa kita di masa depan ?, itu pertanyaan saya sama bowa, berulang ulang... kami adalah dua bujang lapuk yang di malam minggu yang dingin tanpa seorang wanita... we love ourself, we love too much... di umur yang cukup ini berfikir tentang wanita adalah berfikir tentang masa depan... but, what we have got... well, cukup sih untuk ukuran bujangan...
buat saya, dunia single masih terlalu indah untuk ditinggalkan,.. dont make me wrong... bukan tentang bisa berganti wanita setiap harinya... tetapi kebebasan dalam melangkah... memilih apapun yang kita mau... tanpa ada tanggung jawab dari sebuah komitmen... bekerja mati2an untuk belanja bulanan atau untuk membeli beberapa kotak susu, belum ada di pikiran saya...
pikiran bebas ini yang membuat saya berfikir jauh, mau jadi apa saya di masa depan ?... menikah adalah level selanjutnya setelah dilahirkan, sekolah dan bekerja... ini saya dapat dari rumus untuk menjalankan hidup yang mudah... nah, repotnya, saya mau hidup yang berat, hidup penuh tantangan... kata ibu, menikah itu berat loh... kata saya, menikah itu ribet... kata orang bijak, menikah itu membuka pintu rezeki...
oke, saya bukan menolak pernikahan, status single saja sudah membuat saya berfikir, mau jadi apa di masa depan ?, berarti saya gak percaya diri dengan keadaan saya... saya mau membangun tiang2 dulu agar juga bisa bernafas dalam menjalani komitmen... cuma gak yakin juga, gimana cara membangun tiang2 itu...
dulu, mbak penta bilang, menikah itu tak mudah... dulu juga, dengan gampang, saya menepis kata itu... sekarang, saya baru ngerti, memang tak mudah... menemukan seseorang yang akan menemani kita setiap harinya sejak bangun tidur hingga tidur lagi... belum lagi akan ada percikan yang bisa bikin marah uring2an... ditambah bila rasa bosan hadir tetapi tak bisa menjauh,,, aarrgghh ribet... ooohh God, where she is ????....
cita2nya, sebelum saya menikah, saya sudah punya pekerjaan yang jelas dan penghasilan tetap,... begitupun dengan calon istri saya... sering banget lihat teman2 yang sudah menikah, mati2an bekerja... sambilannya lebih banyak menyita waktu dibanding main work nya... saya bingung, itu orang kapan bisa kumpul sama keluarga ya ???... mati2an cari duit buat keluarga tapi gak bisa menikmati bersama... tuh kan !, menikah itu ribet... perlu banyak rencana...
kesimpulannya, sebelum menikah, lebih baik punya pekerjaan tetap, paling tidak, kita gak beneran banting2 tulang... mau jadi apa lah, pedagang kaki lima juga sebuah pekerjaan bukan ???... cari wanita yang benar2 "the one"... jangan macam2 dengan yang satu ini... terus, jalani lah dengan cinta.... asik...
waktu udah menunjukan jam sebelas malam... waktunya saya dan bowa balik ke rumah... pertanyaan saya di atas belum bisa terjawab... ah, kami pun menyerahkannya pada Tuhan dan waktu, seperti deretan lampu jalan yang malam itu terlihat indah... semoga begitupun dengan hidup saya... amin...